ASPEK SEJARAH MARITIM
Sebagai negara
kepulauan terbesar di dunia, dengan luas wilayah 5,8 juta km per segi dan
panjang garis pantai 95.181 km, sudah sepatutnya Indonesia memiliki
strategi maritim yang baik. Hal tersebut mencakup aspek ekonomi, sosial, budaya,
politik, keamanan dan pertahanan.
Dari aspek kehidupan sosial
dan budaya, sejarah menunjukkan bahwa bangsa Indonesia pada masa lalu memiliki
pengaruh besar di wilayah Asia Tenggara. Terutama melalui kekuatan maritim di
bawah Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Tak heran, wilayah laut Indonesia
dengan luas dua pertiga Nusantara diwarnai banyak pergumulan kehidupan di laut.
Dalam catatan sejarah terekam bukti-bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia
menguasai lautan besar. Bahkan, mampu mengarungi samudra luas hingga ke pesisir
Madagaskar, Afrika Selatan.Penguasaan lautan baik di masa kejayaan Kerajaan
Sriwijaya, Majapahit maupun kerajaan-kerajaan Bugis-Makassar, lebih merupakan
penguasaan de facto daripada penguasaan atas suatu konsepsi
kewilayahan dan hukum.
Dalam strategi besar
Majapahit mempersatukan wilayah Indonesia melalui Sumpah Amukti Palapa dari
Mahapatih Gajah Mada. Kerajaan Majapahit telah banyak mengilhami pengembangan
dan perkembangan nilai-nilai luhur kebudayaan Bangsa Indonesia sebagai manifestasi
sebuah bangsa bahari yang besar. Sayang, setelah mencapai kejayaan, Indonesia
terus mengalami kemunduran. Terutama setelah masuknya VOC dan kekuasaan
kolonial Belanda ke Indonesia. Perjanjian Giyanti pada 1755 antara Belanda
dengan Raja Surakarta dan Yogyakarta mengakibatkan kedua raja tersebut harus
menyerahkan perdagangan hasil wilayahnya kepada Belanda. Sejak itu, terjadi
penurunan semangat dan jiwa bahari bangsa Indonesia, dan pergeseran nilai
budaya, dari budaya bahari ke budaya daratan. Namun, budaya bahari Indonesia
tidak boleh hilang karena alamiah Indonesia sebagai negara kepulauan terus
menginduksi, dan membentuk budaya maritim bangsa Indonesia.
Catatan penting sejarah
maritim ini menunjukkan, dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia
Tenggara, Indonesia memiliki keunggulan budaya bahari secara alamiah.
Berkurangnya budaya bahari lebih disebabkan berkurangnya perhatian pemerintah
terhadap pembangunan maritim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar